PEMBAGIAN FI'IL

 

Macam Macam Fi'il Beserta Maknanya


Fi'il terbagi menjadi 3 bagian yaitu Fi'il Madhi (فعل ماضي), Fi'il Mudhori' (فعل مضارع) dan Fi'il Amr (فعل امر). Kita bahas satu persatu dari ketiga fi'il yang telah disebutkan di atas agar lebih paham lagi.



1. Mengenal Fi'il Madhi ( ٌفِعْلٌ مَاضِي )
Fi'il Madhi (فعل ماضي) adalah kata kerja yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang telah lampau atau telah lewat. Umumnya menggunakan kata asli atau menambahkan dhomir saja dan Fa'il (pelaku). Contoh yang fa'ilnya berupa dhomir: 

  • َخَرَجْتُ الْبَيْت artinya "Aku Telah Keluar Rumah". 
  • َخَرَجْنَا الْبَيْت artinya "Kami Telah Keluar Rumah".
  • َخَرَجُوْا الْبَيْت artinya "Mereka Telah Keluar Rumah".

Kalimat tersebut singkat namun sudah menunjukkan kalimat yang sempurna ( ٌٌجُمْلَة  مُفِيْدَة) dan kita paham bahwa orang tersebut telah keluar rumah, berarti kejadiannya sudah lampau. Contoh yang fa'ilnya berupa nama orang: 

  • َخَرَجَ عَلِيُّ الْبَيْت artinya "Ali Telah Keluar Rumah".
  • َخَرَجَتْ فَاطِمَةُ الْبَيْت artinya "Fatimah Telah Keluar Rumah".
2. Mengenal Fi'il Mudhori' ( ٌفِعْلٌ مُضَارِع )

Fi'il Mudhori' (فعل مضارع) adalah kata kerja yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang akan datang atau sekarang. Contoh yang fa'ilnya berupa dhomir: 

  • َاَخْرُجُ الْبَيْت artinya "Aku akan keluar rumah atau aku sedang keluar rumah". 
  • َنَخْرُجُ الْبَيْت artinya "Kami akan keluar rumah atau kami sedang keluar rumah".
  • َيَخْرُجُوْنَ الْبَيْت artinya "Mereka akan keluar rumah atau kami sedang keluar rumah".

Perbedaannya dengan fi'il madhi adalah pelatakan dhomir dan fi'il mudhori' juga menggunakan fa'il (pelaku) bisa berupa nama orang. Contoh yang fa'ilnya berupa nama orang atau nama anggota keluarga: 

  • َيَخْرُجُ الْاَبُ الْبَيْت artinya "Ayah Akan Keluar Rumah atau Ayah Sedang Keluar Rumah".
  • َتَخْرُجُ اَسْمَاءُ الْبَيْت artinya "Asma' Akan Keluar Rumah atau Asma' Sedang Keluar Rumah".

3. Mengenal Fi'il Amr ( ٌفِعْلٌ اَمْر )

Fi'il Amr (فعل امر) adalah kata kerja perintah berisi pekerjaan yang dikehendaki oleh mutakallim (pembicara) sebagai orang yang memerintah agar dilakukan oleh mukhottob (lawan bicara) sebagai orang yang diperintah. Contohnya: 

  • َيَا عَلِيُّ اُكْتُبْ اَلدَّرْس artinya "Hai Ali, Tulislah Pelajaran itu!"
  • اُكْتُبِيْ الدَّرْسَ الْآنَ يَا عَائِشَة artinya "Tulislah Pelajaran Itu Sekarang, Hai Aisyah!".
  • ِاُخْرُجُوْا مِنَ الْبَيْت artinya "Keluarlah Kalian Dari Rumah!".

Share:

KAIDAH NAHWU

 

Mengenal Jumlah (اَلْجُمْلَةَ) dalam Kaidah Nahwu


Jumlah yang dimaksud di sini adalah bahasa arab yang artinya kalimat. Jadi, teman teman jangan terkecoh ya. Jumlah dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang merujuk pada sebuah angka, namun di sini bermakna kalimat atau lafadz. Jika disebut jumlah maka yang dimaksud adalah jumlah mufidah (kalimat sempurna). Sehingga susunan kalimatnya terdiri dari 2 kata atau lebih.

Jumlah (الجملة) atau bisa disebut juga dengan Kalam ( ُالكَلَام ) adalah susunan kata atau lafadz ( ُكَلِمَة ) yang mempunyai arti sempurna ( ُمُفِيدَة ). Jadi ketika orang yang sedang berbicara telah selesai maka kita sebagai pendengar akan langsung memahami apa yang ia katakan.

Jumlah atau kalam terbagi menjadi 2 yaitu Jumlah Fi'liyah ( ٌجُمْلَةٌ فِعْلِيَّة ) dan Jumlah Ismiyah ( ٌجُمْلَةٌ اِسْمِيَّة ). Apa itu fi'liyah? Dan apa ismiyah? Yuk kita bahas satu persatu di bawah ini.


1. Mengenal Jumlah Fi'liyah (جملة فعلية)


Jumlah fi'liyah adalah susunan kata atau kalimat sempurna yang diawali dengan fi'il ( ٌفِعْل ). Fi'il artinya kata kerja atau kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi. Apabila ada fi'il atau kata kerja maka harus ada faa'il ( ٌفَاعِل ). Apa itu Fa'il? Fa'il artinya pelaku bisa berupa nama orang atau berupa dhomir. Contohnya: 
  • َكَتَبَ عَلِيُّ اَلدَّرْس artinya "Ali Telah Menulis Pelajaran"
  • َيَكْتُبُ عَلِيُّ اَلدَّرْس artinya "Ali Sedang Menulis Pelajaran atau Ali Akan Menulis Pelajaran"
  • َ! َيَا عَلِيُّ اُكْتُبْ اَلدَّرْس artinya "Hai Ali, Tulislah Pelajaran itu!"

2. Mengenal Jumlah Ismiyah (جملة اسمية)

Jumlah Ismiyah adalah kalimat sempurna yang diawali dengan isim (kata benda, nama orang), kalimat sempurna tersebut tersusun dari mubtada' dan khobar. Dalam bahasa arab, mubtada' bertugas sebagai subyek yang mana ia harus memiliki beberapa karakter atau sifat yakni tanda i'robnya berupa rofa'  dan harus ma'rifat (kata khusus atau spesifik alias bukan umum) contohnya berupa nama orang, dhomir atau kemasukan huruf alif dan lam. 

Sedangkan khobar menjadi predikat yang tugasnya memberi keterangan atau menjelaskan keadaan mubtada' (subyek). Khobar juga memiliki karakter atau sifat yaitu harus nakiroh (kata umum) dan tanda i'robnya juga berupa rofa'. Karena khobar wajib mengikuti mubtada'. 

Jadi ketika mubtada' berupa mudzakkar (laki laki) maka khobar juga harus mudzakkar (laki laki), jika mubtada' mufrad (sendiri atau satu) maka khobar juga harus mufrad, jika mubtada' berupa mutsanna (dua) maka khobar juga harus mutsanna, jika mubtada' jamak (lebih dari 2) maka khobar harus jamak juga, begitu seterusnya. Contohnya:

  • ٌاَلْوَلَدُ مَاهِر artinya "Anak Laki Laki Itu Pandai". ُاَلْوَلَد sebagai mubtada' (subyek) berupa isim mufrad yang kemasukan alif lam dan ٌمَاهِر sebagai khobar (predikat) berupa mufrad (bersifat satu) karena kata الولد bersifat satu orang, maka khobarnya harus bersifat satu juga (mufrad).

Mengenal Syibhul Jumlah ( ِشِبْهُ الْجُمْلَة ) Dalam Kaidah Nahwu

Syibhu artinya mirip. Maka syibhul jumlah diartikan mirip jumlah. Kemiripannya adalah kalimatnya juga tersusun dari 2 kata atau lebih. Namun bedanya adalah apabila jumlah (kalimat) itu susunannya sempurna dan bisa dipahami maka syibhul jumlah itu susunannya belum sempurna sehingga belum bisa dipahami dengan baik. 

Susunan kata syibhul jumlah ada 2 kategori yaitu terdiri dari Dhorof (ظرف) + Mudhof Ilaihi (مضاف اليه) dan terdiri dari Jar (جار) + Majrur (مجرور). Dhorof ialah keterangan tempat atau waktu sedangkan mudhof ilaihi adalah yang disandarkan padanya. Adapun jar adalah huruf sedangkan majrur adalah isim yang terletak setelah huruf jar, umumnya ditandai dengan harakat kasrah pada akhir kata. Contohnya:

  • Syibhul jumlah yang terdiri dari dhorof (keterangan tempat) + mudhof ilaihi (yang disandarkan): ِجَا نِبَ الْمَسْجِد artinya "Di samping Masjid". جانب adalah dhorof (berupa keterangan tempat) dan المسجد adalah mudhof ilaihi. Contoh syibhul jumlah yang terdiri dhorof (keterangan waktu) + mudhof ilaihi : ِبَعْدَ الصُّبْح artinya "Sesudah Subuh". بعد adalah dhorof (berupa keterangan waktu) dan الصبح adalah mudhof ilaihi.
  • Syibhul jumlah yang terdiri dari jar (huruf) dan majrur : ِعَلَى الْمَكْتَب artinya "Di atas Meja". عَلَى adalah huruf Jar dan ِالْمَكْتَب adalah majrur yang mana harakat akhirnya berupa kasroh karena sebelumnya ada huruf jar. 



Share:

MUFRODAT KEGIATAN SEHARI HARI

Kosakata Bahasa Arab Kegiatan Sehari hari


1. Tidur = يَنَامُ = Yanaamu

2. Bangun tidur = يَسْتَيْقِظُ = Yastayqidhu

3. Belajar = يَتَعَلَّمُ = Yata’allamu

4. Bekerja =  يَعْمَلُ = Ya’malu

5. Bermain =  يَلْعَبُ = Yal’abu

6. Berbicara =  يَتَكَلَّمُ = Yatakallamu

7. Beribadah =  يَعْبُدُ = Ya’budu

8. Duduk =  يَجْلِسُ = Yajlisu

9. Makan =  يَأْكُلُ = Ya`kulu

10. Mandi =  يَسْتَحِمُّ = Yastahimmu

11. Melihat =  يَرَى = Yaraa

12. Membaca =  يَقْرَأُ = Yaqra`u

13. Membeli =  يَشْتَرِي = Yasytarii

14. Membuat =  يَصْنَعُ = Yashna’u

15. Mencintai =  يُحِبُّ = Yuhibbu

16. Mendengar =  يَسْمَعُ = Yasma’u

17. Mengambil =  يَأْخُذُ = Ya`khudzu

18. Mengerjakan =  يَفْعَلُ = Yaf’alu

19. Menggambar =  يَرْسُمُ = Yarsumu

20. Menghitung =  يَحْسُبُ = Yahsubu

21. Mengizinkan =  يَأْذَنُ = Ya`dzanu

22. Menjawab =  يُجِيْبُ = Yujiibu

23. Menjual =  يَبِيْعُ = Yabii’u

24. Menolong =  يَنْصُرُ = Yanshuru

25. Menulis =  يَكْتُبُ = Yaktubu

26. Menyalakan =  يُشْعِلُ = Yusy’ilu

27. Minum =  يَشْرَبُ = Yasyrabu

28. Pulang =  يَرْجِعُ = Yarji’u

29. Pergi =  يَذْهَبُ = Yadzhabu

30. Salat = يُصَلِّي = Yushallii

Share:

MUFRODAT KATA BENDA

Kosakata Bahasa Arab Kata Benda

                    

1. Buku = Kitaabun = كِتَابٌ

2. Kamar = Ghurfatun = غُرْفَةٌ

3. Kamar Tidur = Ghurfatun naumi = غُرْفَةُ النَّوْمِ

4. Kasur = Firoosyun = فِرَاشٌ

5. Bantal = Wisaadatun = وِسَادَةٌ

6. Sarung Bantal = Ghithooul wisadati = غِطَاءُ الوِسَادَةِ

7. Kapuk = Quthnun = قُطْنٌ

8. Gordeng = Sitaarun = سِتَارٌ

9. Sajadah = Sajjaadatun = سَجَّادَّةٌ

10. Permadani = Bisaathun = بِسَاطٌ

11. Gambar = Shuurotun = صُوْرَةٌ

12. Jam Beker = Saa’atun munabbihatun = سَاعَةٌ مُنَبِّهَةٌ

13. Kamar Tengah = Ghurfatul juluusi = غُرْفَةُ الجُلُوْسِ

14. Kamar Tamu = Ghurfatud dhiyaafati = غُرْفَةُ الضِّيَافَةِ

15. Asbak = Minfadhotun = مِنْفَضَةٌ

16. Dapur = Mathbakhun = مَطْبَخٌ

17. Toilet = Hammaamun = حَمَّامٌ

18. Pompa Air = Thulumbatun = طُلُمْبَةٌ

19. Kran = Hanafiyyatun = حَنَفِيَّةٌ

20. Sabun = Shoobuun = صَابُوْن

                                                    


 

Share:

Popular

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.